Selasa, 22 Januari 2013

Resensi Buku Tugas Bahasa Indonesia Kelas 9





JUDUL BUKU : RAINBOW AND OCEAN
PENULIS : RUTH PRISCILIA ANGELINA

TUGAS AKHIR
Tugas ini di susun untuk memenuhi
tugas akhir bahasa indonesia
Kelas IX Semester  I





Nama Kelompok    :          1.  Lulu Al Marjani Sholiha         (21)
                                           2.  Aulia Puspa Ramadhani        (38)
Kelas                      :           IX A

SMP MUHAMMADIYAH 2 YOGYAKARTA
2012

A.  Identitas Buku :
1.     Judul Buku         : Rainbow and Ocean
2.     Pengarang          : Ruth Priscilia Angelina
3.     Penerbit              : PT Gramedia Pustaka Utama
4.     Tahun Terbit      : 2012


B.   Resensi Buku

1.     Penilaian Dari Segi Fisik Buku

a.     Cover
Cover buku ini terbuat dari kertas Ivory 260 gram yang telah di laminasi doff sehingga memperkilat penampilan buku tersebut.Terlebih lagi kombinasi gambar lautan serta pelangi semakin mempercantik penampilan dan juga Tulisan judul yang tertera semakin menampilkan sosok buku yang dramatis.

b.     Jenis Kertas
Kertas yang digunakan untuk menuangkan tulisan-tulisan dalam buku ini adalah Concorde Krem. Hal ini menyebabkan nuansa cerita semakin dramatis dan tulisan nyaman untuk dibaca. Kertas ini mempunyai kelebihan yaitu lebih tebal dibandingkan dengan HVS putih tetapi massa jenis kertas tersebut lebih ringan daripada kertas HVS putih. Buku ini menjadi lebih tahan lama, tidak mudah robek dan tidak berat jika dibawa-bawa. Penggunaan kertas ini lebih berkesan elit dan mewah.

c.      Jenis Huruf dan Ukuran
Jenis Huruf yang digunakan dalam buku ini adalah Ahoroni dengan ukuran 12. Buku ini sudah cukup jelas menjelaskan isi dari cerita ini. Pemilihan bentuk tulisan juga di rasa sudah cukup pas dengan tema yang diambil dari buku ini. Maka nuansa tulisan semakin menambah keindahan buku ini.

d.     Ukuran buku
Buku berjudul RAINBOW AND OCEAN ini termasuk buku yang tergolong cukupan yaitu 20 X 14 cm. Dengan ukuran ini menjadikan buku ini mudah di baca dengan format tulisan Ahoroni. Tidak terlalu kecil dan besar maka pembaca menikmati isi bacaan buku ini tanpa merusak mata.

e.     Jumlah Halaman
Buku ini mempunyai lembaran berjumlah 208 halaman. Jumlah yang tidak sedikit dan juga tidak berlebihan. Untuk penikmat novel ketika melihat buku ini dia tidak merasa jenuh terlebih dahulu akan penjelasan yang panjang lebar ataupun cerita yang tidak tuntas. Dengan demikian pembaca dapat merasakan sensasi buku ini.


2.     Penilaian Dari Segi Isi Buku

a.     Bahasa Yang Digunakan
Buku ini menggunakan Bahasa Indonesia, Bahasa Korea. Bahasa Korea menjadi salah satu bahasa yang terpilih untuk buku ini karena buku ini bernuansa korea. Tetapi bahasa-bahasa yang digunakan tidak bertele-tele dan membuat jenuh pembaca. Bahasa yang digunakan nyaman di baca tidak mengandung unsur sara dan saru, ataupun menyinggung perasaan pembaca. Model penyajian bahasa ini sangat menyentuh hati.

b.     Cara Penyajian
Cara penyajian dalam buku ini berbentuk BAB. Dengan penyajian ini pembaca dapat memahami isi buku, karena pembaca tidak disajikan buku yang terus menerus tersambung cerita satu sama lain. Hal itu menyebabkan pembaca jenuh dengan semua bentuk ukuran dan format tulisan satu sama lain yang tidak berbeda. Tetapi jika dengan bentuk BAB pembaca dapat berselang setelah membaca satu bab sebelum melanjutkan bab berikutnya.

c.      Gambar yang menyertai
Dalam buku ini gambar yang menyertai dalah Cover buku ini dan Gambar Background per BABnya, gambar ini tidak berlebihan karena sasaran penulis adalah Remaja atau penikmat novel oleh sebab itu gambar dikira tidak terlalu penting untuk novel jenis-jenis ini karena gambar yang berlebihan akan membuat pembaca jenuh dan akan mengira ini novel anak-anak. Untuk novel jenis-jenis ini yang terpentng adalah bagaimana pesan-pesan dan alur cerita tersebut.

d.     Isi Buku
Buku ini berisi tentang kisah percintaan dalam hidup seorang gadis muda yang bernama Clara Radella Keona, cinta pertamanya yaitu  Neo Aldriano Yehezkiel, dan Laki-laki tampan sekaligus seorang artis yang bernama Kim DonggunSimaklah sedikit penggalan ceritanya :

Clara Radella Keona, yang seolah batu karang, selama bertahun-tahun mencintai sosok laut yang selalu ada di dekatnya: Neo Aldriano YehezkielClara sudah lama jatuh cinta pada sahabatnya itu, tetapi tidak pernah memiliki keberanian untuk mengungkapkannya. Sekian lama, ia hanya berdiam diri menatap Neo dari kejauhan dan hanya bisa berharap dalam hati. Apalagi saat ia melihat Neo dekat dengan perempuan lain, Clara hanya bisa menahan tangis dalam hati. Akan tetapi, lewat liburan Clara ke Swiss, ia dipertemukan dengan seorang lelaki yang membuatnya mampu melupakan kerinduannya pada Neo; lelaki berdarah campuran Korea-Swiss yang tidak ia ketahui namanya. Sayangnya, tanpa sempat berkenalan, Clara harus pulang kembali ke Indonesia.

Clara tidak tahu kalau liburannya ke Swiss bisa sedikit mengubah perasaannya pada Neo, sahabat sekaligus cinta pertamanya. Ketika liburan di Swiss, Clara berkesempatan berkemah bersama Oom dan Tante-nya dengan menggunakan camper (mobil van yang menyerupai rumah memiliki kasur, dapur, dan kamar mandi). camper mereka bersebelahan dengan camper milik pasangan suami istri asal Korea-Swiss dengan seorang anak laki-laki mereka. Clara merasa ia jatuh hati dengan anak laki-laki tersebut. sayangnya hingga ia kembali ke Indonesia Clara tetap tidak mengetahui nama anak laki-laki itu. Clara hanya bisa menyimpan gelang berwarna pelangi yang niatnya akan diberikan pada laki-laki itu.

3 tahun kemudian, Clara mendapatkan beasiswa S2 untuk berangkat ke Korea. Setelah membuat keputusan yang berat untuk meninggalkan kenangannya bersama Neo, Clara pergi tanpa pernah pamit pada Neo. Clara ingin melupakan Neo. bahkan ia meminta sahabatnya, Diana, untuk tidak memberitahukan kepergiannya pada Neo. Clara mengganti nomer hp-nya, menghapus akun twitter dan facebooknya, mengganti emailnya, dan berpesan pada mamanya untuk tidak memberitahu Neo juga. di Korea, Clara benar-benar ingin membuka lembaran baru dirinya tanpa Neo.

Ia pun pergi ke negeri ginseng itu. Tak pernah ia sangka sebelumnya, bahwa kepergiannya ke Korea akan mempertemukannya dengan lelaki Korea-Swiss yang ia temui 3 tahun silam. Lelaki itu bernama Kim Donggun, yang telah berhasil menjadi seorang artis yang sukses di Korea. Tak perlu waktu lama, Clara dan Donggun menjadi dekat karena ternyata Donggun pun mempunyai perasaan yang sama terhadap Clara sejak 3 tahun yang lalu. Meskipun akhirnya Clara berhasil melupakan cinta pertamanya, Neo, hal tersebut tidak berarti semuanya berjalan lancar-lancar saja. Karena tak lama kemudian, Clara harus dipertemukan kembali dengan Neo di Korea.

Tak Disangka akhirnya Clara dan Neo dipertemukan kembali di Korea. Clara diminta datang ke lokasi pemotretan Donggun dan menjadi pengganti dari model wanita yang akan berpasangan dengan lelaki itu. Clara terkejut ketika mengetahui bahwa fotografer yang akan memotretnya adalah Neo. 

Saat menyadari kehadiran Neo, Clara sudah terlanjur mencintai Donggun. Akan tetapi Neo - yang terlambat meraih cintanya - tidak dengan mudah menyerah. Keadaan yang dihadapi oleh Clara membuatnya terjepit; terlebih lagi banyak permasalahan dan kesalahpahaman yang terjadi dalam hubungannya - membuat segala sesuatunya menjadi rumit.

Clara yang belum benar-benar melupakan Neo cinta pertamanya. tetapi Neo yang tidak pernah tau bahwa Clara mencintainya sama halnya dengan Neo. Akhirnya Pada saat Klimaks cerita ini Clara menjadi tokoh yang sangat terjepit untuk memilih dan memihak antara Cinta pertamanya yang belum benar-benar ia lupakan atau memilih cinta yang mengalihkan cinta pertamanya.

Klimaks cerita ini Clara tidak memihak keduanya ia masih merasa terjepit, ia ingin sendiri benar-benar sendiri. Dalam hari-hari kesendiriannya Clara jatuh sakit ia sering mengalami pusing mendadak, terkadang pingsan dan mengalami mimisan. Karena sakit yang dialami Clara, akhirnya Clara harus meninggalkan dunia ini, ia meninggalkan kedua cintanya.

Cerita ini sedikit membuat pembacanya harus memutar otaknya lebih karena alurnya yang membingungkan. Contohnya Kim donggun lelaki tampan sekaligus artis yang tiba-tiba mencintai clara, padahal mereka belum mengetahui sifat satu sama lain. Buku ini Minimalis tetapi menceritakan banyak hal yang harus terselesaikan pada buku ini juga. Maka penulis terkesan terburu-buru untuk menyelesaikan klimaks yang mengharuskan tokoh utama meninggal, karena jika tidak cerita ini masih bisa berpanjang lebar lagi. Dan Neo yang tiba-tiba muncul sebagai tokoh penggangu hubungan Clara dan Donggun. Neo yang sama-sama menunggu Cintanya terlepas begitu saja dan tiba-tiba ia menginginkan cintanya kembali kepadanya. Dan Clara yang tiba-tiba di vonis oleh dokter mengidap penyakit.

Tetapi cerita ini juga memiliki kelebihan yaitu pemilihan kata-kata yang tepat, sangat dramatis dan membuat pembaca ikut merasakan kehidupan tokoh-tokoh tersebut. Kata-kata yang romantis, dramatis, dan menyedihkan. Untuk penikmat novel kata-kata ini sangat cocok untuk novel ini. Bahkan novel ini menyertakan buku harian tokoh utama, buku harian itu mengupas perasaan terpendam tokoh utama maka pembaca memahami perasaan tokoh utama tersebut. Dan Novel ini menceritakan dari sudut pandang yang berbeda, mulai dari sudut pandang Clara lalu Neo dan Donggun. Maka pembaca dapat memahami perasaan tokoh-tokoh tersebut.

Isi Buku ini benar-benar menghanyutkan pembaca jadi mereka mengerti tentang kisah perjuangan seorang gadis yang mencari cintanya dan terjepit diantara cintanya.

Sekian, Resensi Buku dari Kami
Kurang dan Salahnya kami mohon maaf
Sekian dan Terimakasih