Rabu, 06 Maret 2013

Wafatnya Rasulullah SAW


Peristiwa wafatnya Rasulullah

Sekembali dari haji wada' Rasulullah SAW mulai kelihatan sakit. Beliau bersabda: "Aku ingin mengunjungi suhada Uhud", maka Beliaupun berangkat pagi menuju Jabal Uhud di awal-awal Bulan Shafar Tahun 11 H. Lalu Beliau berdiri di atas makam suhada dan berkata: "Assalamu'alaikum wahai suhada Uhud, kalian adalah orang-orang yang mendahului (kami), dan kami insya Allah akan menyusul kalian, dan sesungguhnya aku, insya Allah akan menyusul (kalian)."

Kemudian Rasulullah pulang sambil menangis. Maka para sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW: "Apa yang membuat Anda menangis ya Rasulullah?" Beliau bersabda: "Aku merindukan saudara-saudara seiman." Mereka berkata: "Bukankah kami adalah saudaramu seiman wahai Rasulullah." Beliau bersabda: "Bukan kalian adalah sahabat-sahabatku, adapun saudara-saudara seimanku adalah suatu kaum yang datang setelahku, mereka beriman kepadaku sedang mereka belum pernah melihatku.
Tiga hari sebelum beliau wafat sakitnya bertambah parah. Saat itu beliau berada di rumah Sayyidah Maimunah, beliaumengundang semua istrinya datang, lalu beliau meminta izin untuk di rawat di rumah Aisyah (istri terakhirnya). Dan para Istri menyetujuinya.
Pada hari terakhir Nabi melaksanakan Sholat Subuh berjamaah.Setelah usai beliau kembali ke rumah Aisyah. Rasa sakitpun terasa semaikin berat, maka beliau bersabda: "Keluarkanlah siapa saja dari rumahku." Beliau bersabda: "Mendekatlah kepadaku wahai Aisyah!" Beliaupun tidur di dada istrinya Aisyah. Aisyah berkata: "Beliau mengangkat tangan beliau seraya berkata: "Bahkan Ar-Rafiqul A'la, bahkan Ar- Rafiqul A'la." Maka ketahuilah bahwa di sela-sela ucapan beliau, beliau harus memilih diantara kehidupan dunia atau Ar-Rafiqul A'la.
Masuklah Malaikat Jibril AS menemui Rasulullah seraya berkata: "Malaikat Maut ada di depan pintu, meminta izin untuk menemuimu, dan dia tidak pernah meminta izin kepada seorangpun sebelummu." Maka beliau berkata kepadanya: "Izinkan untuknya wahai Jibril." Masuklah Malaikat Maut seraya berkata: "Assalamu'alaikum wahai Rasulullah, Allah telah mengutusku untuk memberikan pilihan kepadamu antara tetap tinggal di dunia atau bertemu Allah di akhirat." Maka Nabi SAW bersabda: "Bahkan aku memilih Rafiqul A'la (Teman yang Tinggi), bahkan aku memilih Rafiqul A'la, bersama-sama dengan orang-orang yang dianugrahi nikmat oleh Allah SWT yaitu: para Nabi, para shiddiqin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang yang saleh. Dan mereka itulah rafiq (teman) yang sebaik-baiknya."
Sayyidah Aisyah berkata: "Maka jatuhlah tangan Nabi SAW dan kepala beliau menjadi berat di atas dadaku, dan sungguh aku telah tahu bahwa beliau telah wafat." Dia berkata: "Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, tidak ada yang aku perbuat selain keluar dari kamarku menuju masjid, yang disana ada para sahabat, dan kukatakan: "Rasulullah telah wafat, Rasulullah telah wafat, Rasulullah telah wafat."
Maka mengalirlah tangisan di dalam masjid. Ali bin Abi Thalib RA terduduk karena beratnya kabar tersebut, Ustman bin Affan seperti anak kecl mengerak-gerakkan tangannya ke kanan dan ke kiri. Adapun Umar bin Khattab RA berkata: "Jika ada seseorang yang mengatakan bahwa Rasulullah telah meninggal, akan kupotong kepalanya dengan pedangku, beliau hanya pergi menemui Rabb-nya, sebagaimana Musa AS pergi untuk menemui Rabb-nya."
Adapun orang yang paling tegar adalah Abu Bakar RA, dia masuk kepada Rasulllah SAW, memeluk beliau dan berkata: "Wahai sahabatku, wahai kekasihku, wahai bapakku." Kemudian dia mencium Nabi SAW dan berkata: "Anda mulia hidup dan dalam keadaan mati."
Keluarlah Abu Bakar RA menemui manusia dan berkata: "Barang siapa menyembah Muhammad, maka Muhammad sekarang telah wafat, dan barang siapa menyembah Allah, maka sesungguhnya Allah kekal, hidup, dan tidak akan mati." Maka Abu bakarpun keluar dan menangis, Abu Bakar mencari tempat untuk menyendiri dan Abu Bakar menangis sendiri."
Innalillahi wa innailaihi raji'un, Nabi Muhammad S.A.W meninggal pada tanggal 12 Rabi’ulawwal tahun ke-11/8 juni 632 M pada usia 63 tahun lebih 4 hari.


Makam rasulullah.

Terjadi kontroversi pemakaman Nabi. Orang makkah menginginkan nabi dimakamkan di makkah, sedangkan orang madinah menginginkan nabi di makamkan di madinah. Banyak usulan yang di berikan, tetapi akhirnya Abu Bakar memberi keputusan dimakamkan di mana ia wafat yaitu di tempat tidur beliau di rumah Aisyah.
Setelah prosesi perpisahan dengan jenazah Nabi selesai , jenazah mulai di kebumikan. Kemudian sehelai syal berwarna merah yang biasa di pakai Nabi di hamparkan di atas kuburan nabi. Upacara pemakaman itu terjadi pada malam Rabu 14 Rabi’ulawwal yaitu 2 hari setelah nabi berpulang ke rahmatullah.

Pengganti Rasulullah.
 Adalah Abu Bakar ash-Sidiq yang telah di persiapkan oleh Allah untuk menggantikan Nabi Muhammad S.A.W. Kaum muslimin mengangkat Abu Bakar menjadi khalifah, sebagai gagallah orang2 yang mencoba untuk memecahkankekuatan Islam.

Hikmah Wafatnya Rasulullah.
Ø  Dengan wafatnya Rasullulah, berarti masa kenabian telah usai dan tuntasnya ajaran Islam
Ø  Setiap manusia pasti akan menghadapi kematian dimanapun dan kapanpun
Ø  Tidak akan ada lagi seorang nabi, karena telah bahwa Nabi Muhammad S.A.W  adalah Nabi terakhir
Ø  Muhammad S.A.W sebagai sosok nabi yang di jadikan teladan

#posting tugas lagi ajah ._. Semoga Bermanfaat, :D Silahkan Boleh Copas lho Jika dibutuhkan